|
Hanya Anda Yang Bisa Memutuskan Jika tampaknya Anda punya masalah dengan minuman keras, atau jika perilaku minum Anda telah mencapai titik yang sedikit mengkhawatirkan, Anda mungkin tertarik mengetahui sesuatu tentang Alcoholics Anonymous dan program penyembuhan A.A. dari alkoholisme. Setelah menbaca garis besar singkat ini, Anda boleh memutuskan A.A. tidak punya apapun untuk ditawarkan. Jika memang begitu, kami menyarankan Anda untuk tetap membuka pikiran tentang masalah ini. Pikiran perilaku minum Anda secara seksama dengan inspirasi yang mungkin Anda pelajari dari halaman � halaman ini. Putuskan, bagi diri Anda sendiri, apakah alkohol telah benar � benar menjadi masalah bagi Anda. Dan ingat bahwa Anda akan selalu diterima untuk bergabung dengan ribuan pria dan wanita di A.A. yang meletakkan masalah minuman keras mereka jauh di belakang dan sekarang menjalani kehidupan �normal� konstruktif setiap hari, tanpa mabuk.
Siapa Kami Kami di A.A. adalah pria dan wanita yang telah menemukan dan mengakui, bahwa kami tidak bisa mengontrol alkohol. Kami telah belajar bahwa kami harus hidup tanpa alkohol jika ingin menghindari malapetaka pada diri kami dan orang � orang yang dekat dengan kami.
Bersama kelompok lokal dalam ribuan komunitas, kami merupakan bagian dari persaudaraan informal internasional, yang kini punya anggota di 146 negara. Kami hanya punya satu tujuan utama: untuk tetap tidak mabuk dan membantu orang lain yang mungkin meminta pertolongan kami untuk mencapai kesadaran.
Kami bukan pembaharu, dan kami tidak beraliansi dengan kelompok, masalah, atau golongan agama manapun. Kami tidak berharap untuk mengeringkan dunia. Kami tidak merekrut anggota baru, tapi kami menerima mereka. Kami tidak memaksakan pengalaman kami dengan masalah minuman keras pada orang lain, tapi kami membaginya bila diminta.
Dalam keanggotaan kami bisa ditemukan pria dan wanita dari berbagai usia dan berbagai latar sosial, ekonomi, dan budaya. Sebagian dari kami sudah minum selama bertahun � tahun sebelum menyadari bahwa kami tidak bisa mengatasi alkohol. Yang lain cukup beruntung untuk menyadarinya sejak usia dini atau sejak awal karir mabuk mereka, bahwa mereka tidak bisa mengontrol alkohol.
Konsekuensi minuman beralkohol kami juga berbeda � beda. Sebagian dari kami telah menjadi orang terlantar sebelum meminta pertolongan A.A. Sebagian sudah kehilangan keluarga, harta benda, dan harga diri. Kami telah mendatangi bar murahan di banyak kota. Sebagian dari kami telah diopname atau dipenjara tak terhitung kali. Kami telah melakukan pelanggaran besar � terhadap masyarakat, keluarga, atasan, dan diri sendiri.
Lainnya di antara kami belum pernah dipenjara atau diopname. Ataupun kehilangan pekerjaan atau keluarga karena minuman keras. Tapi pada akhirnya kami sampai pada titik di mana kami menyadari bahwa alkohol mengganggu kehidupan normal. Ketika kami menemukan bahwa kami tidak bisa hidup tanpa alkohol, kami juga mencari pertolongan melalui A.A.
Semua agama besar terwakili dalam Persaudaraan kami, dan banyak pemimpin religius yang telah mendorong pertumbuhan kami. Bahkan ada sedikit orang yang mengaku ateis dan agnostik di antara kami. Percaya pada, atau ketaatan terhadap kredo formal bukanlah syarat keanggotaan.
Kami di satukan oleh masalah yang sama, alkohol. Dengan bertemu dan mengobrol serta membantu para alkoholik lain bersama � sama, entah bagaimana kami mampu untuk tetap tidak mabuk dan kehilangan keinginan untuk minum, yang dulu merupakan kekuatan dominan dalam hidup kami.
Kami tidak berpikir bahwa hanya kami saja yang punya jawaban untuk masalah minuman keras. Kami tahu bahwa program A.A. berhasil bagi kami, dan kami telah melihatnya berhasil juga bagi setiap pendatang baru, nyaris tanpa pengecualian, yang secara jujur dan sungguh � sungguh ingin berhenti minum.
Melalui A.A., kami telah belajar banyak hal tentang alkoholisme dan tentang diri kami sendiri. Kami berusaha untuk menjaga agar fakta � fakta ini tetap segar dalam pikiran kami sepanjang waktu, karena tampaknya itulah yang menjadi kunci kesadaran kami. Bagi kami, kesadaranlah yang utama.
Apa Yang Telah Kami Pelajari Tentang Alkoholisme Hal pertama yang telah kami pelajari tentang alkoholisme adalah bahwa itu merupakan salah satu masalah tertua dalam sejarah. Hanya baru � baru ini kami mulai mendapat keuntungan dari pendekatan baru terhadap masalah itu. Para dokter masa kini, misalnya, tahu banyak soal alkoholisme dibandingkan para pendahulu mereka dua generasi sebelumnya. Mereka mulai mendefinisikan masalahnya dan mempelajarinya secara detil.
Sementara tidak ada �definisi A.A.� secara formal, kebanyakan dari kami sependapat bahwa, bagi kami, itu bisa dideskripsikan sebagaidorongan fisik, dilipat � gandakan dengan obsesi mental. Maksud kami adalah kami punya keinginan fisik yang nyata untuk mengkonsumsi alkohol di luar kapasitas kami untuk mengontrolnya, dan menentang semua aturan akal sehat. Kami tidak hanya memiliki kebutuhan alkohol yang abnormal, tapi juga seringkali menyerah padanya pada waktu � waktu terburuk. Kami tidak tahu kapan (atau bagaimana) untuk berhenti minum. Seringkali, kami tampaknya tidak punya cukup akal sehat untuk mengetahui kapan waktunya untuk tidak memulai.
Sebagai alkoholik, kami telah belajar dengan cara yang keras bahwa tekad saja, betapapun kuatnya dalam hal � hal lain, tidak cukup untuk menjaga kami tetap dalam kondisi tidak mabuk. Kami telah mencoba untuk tidak minum selama periode tertentu. Kami sudah berusaha hanya minum selama jam � jam tertentu. Tapi tak satupun dari rencana kami yang berhasil. Kami selalu berakhir dengan menjadi mabuk, cepat atau lambat, ketika kami tidak saja ingin untuk tetap sadar, tapi punya semua dorongan rasional untuk tetap sadar.
Kami telah melalui tahap � tahap keputusasaan ketika kami yakin bahwa ada yang salah dengan diri kami secara mental. Kami jadi membenci diri sendiri karena menyia � nyiakan bakat yang kami miliki dan karena masalah yang kami timbulkan pada keluarga dan lainnya. Seringkali, kami begitu mengasihani diri sendiri dan menyatakan bahwa tidak ada yang bisa membantu kami. Kami bisa tersenyum mengingatnya sekarang, tapi dulu itu adalah pengalaman yang suram dan tidak menyenangkan.
Alkoholisme � Sebuah Penyakit Sekarang kami bersedia menerima gagasan bahwa, sejauh ini, alkoholisme adalah sebuah penyakit, sebuah penyakit progresif yang tidak pernah bisa �disembuhkan,� tapi yang, seperti penyakit � penyakit lainnya, bisa ditahan. Kami sependapat bahwa kena penyakit itu bukan hal yang memalukan, asalkan kita menghadapi masalahnya secara jujur dan berusaha melakukan sesuatu atas hal itu. Kami sangat bersedia untuk mengakui bahwa kami alergi terhadap alkohol dan bahwa menghindari sumber alergi merupakan logika yang sederhana.
Sekarang kami paham bahwa begitu seseorang telah melintasi perbatasan tak nampak dari mabuk berat menjadi alkoholik kompulsif, maka orang itu akan tetap menjadi alkoholik. Jadi sepengetahuan kami, tidak ada jalan kembali ke minum sosial yang �normal.� �sekali jadi alkoholik, selalu alkoholik� adalah fakta sederhana yang harus kami terima.
Kami juga sudah belajar bahwa ada beberapa alternative bagi alkoholik. Jika mereka terus minum, masalah mereka akan semakin memburuk; tampaknya meraka berada di jalur menuju bar � bar murah, rumah sakit, penjara, atau institusi lain, atau kuburan. Satu � satunya alternative adalah berhenti minum sama sekali, tidak menyentuh sedikitpun alkohol dalam bentuk apapun. Jika mereka bersedia mengikuti jalan ini, dan memanfaatkan bantuan yang tersedia bagi mereka, kehidupan yang benar � benar baru akan terbuka bagi alkoholik.
Ada saat � saat dalam karir mabuk kami ketika kami yakin bahwa semua yang harus kami lakukan untuk mengontrol minuman keras adalah berhenti setelah gelas kedua, kelima, atau angka lainnya. Hanya secara berangsur � angsur kami menyadari bahwa bukan pada gelas kelima atau kesepuluh atau keduabelas kami menjadi mabuk, tapi gelas pertama! Gelas pertama itulah yang merusak. Minuman pertamalah yang memulai proses berantai itu. Gelas pertama itulah yang menyiapkan reaksi berantai pemikiran alkoholik yang membawa pada minum tak terkendali.
A.A. punya cara untuk mengekspresikan hal ini: �bagi alkoholik, satu gelas terlalu banyak dan seribu gelas tidak cukup.�
Hal lain yang dipelajari oleh sebagian besar dari kami saat jadi pemabuk adalah kesadaran yang dipaksakan biasanya bukan pengalaman yang menyenangkan. Sebagian dari kami mampu tetap sadar, kadang � kadang, selama periode hari, minggu, dan bahkan tahun. Tapi kami tidak menikmati kondisi tidak mabuk itu. Kami merasa seperti martir. Kami jadi lekas marah, sulit untuk hidup berdampingan dan bekerja bersama kami. Kami terus � menerus menunggu saat di mana kami bisa minum lagi.
Sekarang setelah kami di A.A., kami mempunyai pandangan baru mengenai kesadaran. Kami menikmati perasaan terlepas, perasaan bebas bahkan dari keinginan untuk minum Karena kami tidak bisa berharap untuk minum secara normal kapanpun di masa dating, kami berkonsentrasi menjalani kehidupan penuh tanpa alkohol hari ini. Tidak ada yang bisa kami lakukan soal hari kemarin. Dan hari esok tidak akan pernah dating. Hari ini adalah satu � satunya hari yang harus kami pikirkan. Dan kami tahu dari pengalaman bahwa bahkan pemabuk �terburuk� pun bisa melewati duapuluh empat jam tanpa minum minuman keras. Mereka mungkin perlu menunda minuman berikutnya ke jam berikutnya, bahkan menit berikutnya � tapi mereka belajar bahwa hal itu bisa ditunda untuk satu periode waktu tertentu.
Ketika kami pertama kali mendengar tentang A.A., tampaknya sebuah keajaiban bahwa orang yang pernah menjadi pemabuk tak terkendali bisa mencapai dan mempertahankan jenis kesadaran yang dibicarakan anggota A.A. yang sudah lebih lama. Sebagian dari kami cenderung berpikir bahwa masalah kami adalah jenis mabuk yang khusus, bahwa pengalaman kami �berbeda,� bahwa A.A. mungkin berhasil untuk orang lain, tapi tidak akan berhasil buat kami. Lainnya di antara kami, yang belum terluka secara serius oleh kebiasaan mabuk kami, beralasan bahwa A.A. mungkin bagus bagi pemabuk di bar, tapi kami mungkin harus mengatasi masalah itu sendiri.
Pengalaman kami di A.A. telah mengajarkan kami dua hal penting. Pertama, semua alkoholik menghadapi masalah dasar yang sama, apakah mereka mengemis demi segelas bir atau menjabat posisi eksekutif di perusahaan besar. Kedua, kami sekarang menghargai bahwa program penyembuhan A.A. berhasil bagi hampir semua alkoholik yang secara jujur ingin berhasil, apapun latar belakang orang itu atau latar belakang tertentu atau pola mabuk tertentu orang itu sebelumnya.
Kami Membuat Keputusan Kami semua yang sekarang di A.A. harus membuat satu keputusan penting sebelum kami merasa aman dalam program baru hidup tanpa alkohol. Kami harus menghadapi fakta tentang diri kami dan kemabukan kami secara realistis dan jujur. Kami harus mengakui bahwa kami tidak berdaya terhadap alkohol. Bagi sebagian dari kami, ini adalah masalah tersulit yang pernah kami hadapi.
Kami tidak tahu terlalu banyak soal alkoholisme. Kami punya gagasan sendiri tentang kata �alkoholik.� Kami mengaitkannya dengan pengabaian. Kami kira itu berarti kelemahan tekad, kelemahan karakter. Sebagian dari kami berjuang keras mengakui bahwa kami adalah alkoholik. Lainnya hanya separuh mengakuinya.
Kebanyakan dari kami, lega ketika dijelaskan bahwa alkoholisme adalah penyakit. Kami melihat akal sehat melakukan sesuatu tentang penyakit yang mengancam untuk menghancurkan kami. Kami berhenti mengelabui orang lain � dan diri sendiri � dengan berpikir bahwa kami bisa mengatasi alkohol kami semua fakta menunjukkan arah sebaliknya.
Kami yakin dari awal bahwa tidak ada yang bisa mengatakan pada kami bahwa kami adalah alkoholik. Pengakuan itu harus dating dari diri kami � bukan dari dokter atau pendeta, istri atau suami. Itu harus didasarkan pada fakta yang kami semua ketahui. Teman � teman kami mungkin mengerti sifat masalah kami, tapi hanya kamilah yang bisa memastikan apakah kemabukan kami sudah di luar kendali.
Kami sering kali bertanya: �Bagaimana saya bisa mengatakan apakah saya benar � benar alkoholik?� Kami di beritahu bahwa tidak ada aturan pasti untuk menentukan alkoholisme. Namun demikian, kami tahu bahwa kami menderita alkoholisme melalui gejala � gejala tertentu. Jika kami mabuk ketika kami punya semua alas an untuk tidak mabuk, jika kemabukan kami telah berangsur � angsur memburuk, jika kami tidak lagi mendapat kesenangan dari minum seperti dulu � inilah, menurut kami, gejala � gejala penyakit yang kami sebut alkoholisme. Mengulas pengalaman mabuk kami beserta konsekuensinya, kebanyakan dari kami mampu menemukan alasan � alasan tambahan untuk mengenali kebenaran tentang diri kami sendiri.
Dengan sendirinya, prospek hidup tanpa alkohol tampaknya menyeramkan. Kami takut bahwa teman � teman baru kami di A.A. akan membosankan, atau lebih buruk lagi, misionaris bermata liar. Sebaliknya kami menemukan bahwa mereka adalah manusia biasa seperti kita, tapi dengan kebaikan khusus memahami masalah kami � secara simpatik, tanpa menghakimi.
Kami mulai bertanya � tanya apa yang harus kami lakukan untuk tetap sadar, berapa biaya keanggotaan A.A., dan siapa yang menjalankan organisasi ini, secara lokal dan internasional. Kami segera menemukan bahwa tidak ada keharusan dalam A.A., bahwa tidak ada seorang pun yang di haruskan mengikuti ritual formal atau pola kehidupan apapun. Kami juga mengetahui bahwa A.A. tidak meminta biaya atau bayaran; pengeluaran untuk ruang pertemuan, minuman dan literature dipenuhi dengan meminta sumbangan. Tapi kontribusi jenis ini bukan syarat keanggotaan.
Kami segera melihat bahwa A.A. hanya mempunyai organisasi minimal dan tidak ada orang yang memerintah. Pengaturan untuk pertemuan diatur oleh para petugas kelompok yang berpindah � pindah secara teratur untuk memberi ruang bagi orang baru. Sistem �rotasi� ini sangat popular di A.A.
Tetap Tidak Mabuk Lalu, bagaimana kami bisa mengatur agar tetap tidak mabuk dalam kelompok persaudaraan yang informal dan tidak mengikat ini?
Jawabannya adalah, sekali mencapai kondisi tidak mabuk, kami berusaha untuk mempertahankannya dengan mengamati dan mengikuti pengalaman sukses para pendahulu kami di A.A.
Pengalaman mereka menyediakan �peralatan� dan panduan tertentu yang bebas kami terima atau tolak, kami bebas memilih. Karena kesadaran adalah hal terpenting dalam hidup kami sekarang, kami kira cukup bijaksana untuk mengikuti pola � pola yang disarankan oleh mereka yang sudah menunjukkan bahwa program penyembuhan A.A. benar � benar berhasil.
Perencanaan 24 � Jam Misalnya, kami tidak berikrar apapun, kami tidak mengatakan kami �tidak akan pernah� minum lagi. Sebaliknya, kami berusaha mengikuti apa yang kami di A.A. sebut dengan �perencanaan 24 � jam.� Kami konsentrasi menjaga diri tetap sadar hanya dalam waktu 24 jam. Kami hanya berusaha untuk melalui sehari demi sehari tanpa mabuk. Jika kami merasakan keinginan kuat untuk minum, kami tidak menyerah atau melawannya. Kami hanya menundanya sampai besok.
Kami berusaha menjaga pikiran kami jujur dan realistis jika berhubungan dengan alkohol. Jika kami tergoda untuk minum � dan godaan itu biasanya memudar setelah beberapa bulan pertama di A.A. - kami menanyakan pada diri sendiri apakah minuman tertentu yang kami inginkan itu layak mengingat semua konsekuensi yang kami alami di masa lalu. Kami menanamkan dalam benak kami bahwa kami benar � benar bebas untuk mabuk, jika mau, bahwa pilihan antara minum atau tidak sepenuhnya terserah pada kami. Yang terpenting dari semuanya, kami berusaha untuk menghadapi fakta bahwa, berapapun lamanya kami tidak minum alkohol, kami akan selalu jadi alkoholik � dan alkoholik, sepengetahuan kami, tidak akan pernah bisa minum lagi sekedar untuk acara sosial atau secara normal.
Kami mengikuti pengalaman sukses �para pendahulu� dalam hal yang berbeda. Kami biasanya terus datang secara teratur ke pertemuan � pertemuan kelompok lokal A.A. dimana kami menggabungkan diri. Tidak ada aturan yang mewajibkan kehadiran seperti itu. Kami juga tidak selalu bisa menjelaskan mengapa kami seperti mendapat keringanan dari mendengar kisah � kisah pribadi dan interpretasi anggota � anggota lain. Namun, kebanyakan dari kami merasa bahwa kehadiran di pertemuan � pertemuan dan kontak � kontak informal lainnya dengan teman � teman A.A. adalah factor penting dalam mempertahankan kondisi tidak mabuk kami.
�Duabelas Langkah� Sejak awal kami bergabung dengan A.A. kami mendengar tentang �Duabelas Langkah� penyembuhan dari alkoholisme. Kami mengetahui bahwa Langkah � Langkah ini mewakili usaha oleh anggota � anggota pertama untuk mencatat perkembangan mereka sendiri dari mabuk tak terkendali sampai mencapai kesadaran. Kami menemukan bahwa faktor kunci dalam perkembangan ini tampaknya adalah kerendahan hati, digabung dengan kepercayaan terhadap kekuatan yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri. Sementara sebagian anggota lebih suka menyebut kekuatan ini sebagai �Tuhan,� kami diberitahu bahwa ini murni masalah interpretasi personal; kami bisa memahami kekuatan itu dalam istilah yang menurut kami cocok. Karena alkohol telah jelas � jelas lebih kuat dari diri kami di masa � masa mabuk, kami harus mengakui bahwa mungkin kami tidak bisa menjalani semua ini sendirian dan masuk akal untuk meminta bantuan ke tempat lain. Seiring perkembangan kami di A.A., konsep kami tentang kekuatan yang lebih besar biasanya jadi lebih matang. Tapi itu selalu menjadi konsep pribadi kami; tidak seorang pun yang memaksakannya pada kami.
Akhirnya, kami mencatat dari Duabelas Langkah dan dari pengalaman anggota yang lebih senior, bahwa bekerja dengan alkoholik lain yang datang ke A.A. untuk mencari pertolongan adalah cara efektif memperkuat kesadaran kami sendiri. Kapanpun dimungkinkan, kami berusaha untuk melakukan bagian kami, selalu tanamkan dalam benak bahwa hanya orang itu sendiri yang bisa menentukan apakah dia seorang alkoholik atau bukan.
Kami juga dipandu oleh pengalaman banyak A.A. yang telah memberikan arti baru dari tiga pepatah atau slogan. �First Things First � Dahulukan Hal Utama� adalah salah satu slogan itu, mengingatkan kami bahwa, sebanyak yang ingin kami coba, kami tidak bisa melakukan segalanya sekaligus, bahwa kami harus ingat pentingnya kesadaran dalam segala usaha untuk membangun kembali hidup kami.
�Easy Does It � Lakukan Dengan Santai� adalah pepatah lama lainnya dengan arti baru bagi alkoholik yang seringkali bersalah karena melakukan apa saja secara tergesa � gesa. Pengalaman menunjukkan bahwa alkoholik seharusnya, dan bisa belajar untuk mengatur waktunya sendiri. �Live and Let Live � Hidup dan Biarkan Hidup� adalah pepatah ketiga, saran yang berulang bahwa alkoholik, berapa lama pun dia sudah tidak mabuk lagi, tidak mampu membiarka diri mereka menjadi tidak toleran terhadap orang lain.
Buku � buku dan pamphlet A.A. juga berguna. Segera setelah kami dating ke A.A., kebanyakan dari kami punya kesempatan untuk membaca Alcoholics Anonymous, buku pengalaman A.A. di mana para anggota pertama mencatat kisah � kisah dan prinsip � prinsip yang mereka percaya telah membantu mereka sembuh. Banyak anggota, sadar selama bertahun � tahun, terus mengacu pada buku ini dan empat buku lain untuk lebih mendalami dan sebagai inspirasi. (Semuanya terdaftar di akhir pamphlet ini). A.A. juga menerbitkan majalah bulanan internasional berjudul A.A. Grapevine bagi para pendatang baru maupun orang lama.
Karena A.A. secara esensi merupakan gaya hidup, sedikit dari kami yang bisa mendeskripsikan dengan akurasi lengkap bagaimana berbagai elemen dalam program penyembuhan memberi kontribusi pada kesadaran kami saat ini. Kami tidak semuanya menerjemahkan atau menjalani program A.A. dalam cara yang tepat sama. Namun, kami semua bisa memberi kesaksian bahwa A.A. berhasil bagi kami ketika semua usaha lain menuju kesadaran sudah gagal. Banyak anggota yang telah sadar selama bertahun � tahun mengatakan bahwa mereka cukup menerima program tersebut �dengan keyakinan� dan tidak sepenuhnya memahami bagaimana A.A. berhasil bagi mereka. Sementara itu, mereka terus berusaha menyampaikan keyakinan mereka kepada orang lain yang masih mengerti malapetaka apa yang bisa ditimbulkan alkohol terhadap alkoholik.
Apakah A.A. Berhasil Untuk Semua Orang ? Kami yakin, program penyembuhan A.A. dari alkoholisme akan berhasil bagi hampir semua orang yang punya keinginan untuk berhenti mabuk. Ini bisa berhasil bahkan bagi mereka yang merasa dipaksa ikut A.A. Banyak dari kami yang awalnya berhubungan dengan A.A. karena paksaan sosial atau pekerjaan. Kemudian, kami membuat keputusan sendiri.
Kami telah melihat beberapa alkoholik tersandung untuk sementara waktu sebelum akhirnya �mendapatkan� program ini. Kami sudah melihat lainnya yang hanya membuat usaha � usaha simbolis saja untuk mengikuti prinsip � prinsip teruji yang telah membuat jutaan dari kami sekarang berhasil mempertahankan kesadaran, usaha � usaha simbolis saja biasanya tidak cukup.
Tapi, tak masalah semiskin apapun seorang alkoholik, atau setinggi apapun dia dalam kelas ekonomi dan sosial, kami tahu dari pengalaman dan pengamatan bahwa A.A. menawarkan jalan keluar dari masalah minuman keras yang membingungkan. Kebanyakan dari kami telah menemukannya dengan cara yang mudah.
Ketika kami pertama kali dating ke A.A., banyak dari kami punya segudang masalah serius � masalah � masalah menyangkut keuangan, keluarga, pekerjaan, dan kepribadian kami sendiri. Kami segera menyadari bahwa semua masalah itu terpusat pada alkohol. Begitu kami telah mengendalikan masalah itu, kami mampu melakukan pendekatan yang berhasil pada masalah � masalah lainnya. Solusi untuk masalah � masalah ini tidak selalu dating dengan mudah, tapi kami sudah mampu untuk mengatasinya dengan jauh lebih efektif ketika dalam kondisi tidak mabuk dibandingkan dulu saat masih mabuk.
Dimensi Baru Ada saat ketika banyak dari kami yang percaya bahwa alkohol adalah satu � satunya hal yang membuat kami dapat bertahan hidup. Kami bahkan tidak bisa memimpikan hidup tanpa minuman keras. Sekarang, melalui program A.A., kami tidak merasa telah kehilangan. Malah, kami merasa terbebas dan menemukan ada dimensi baru dalam hidup kami. Kami punya teman � teman baru, persepsi baru, dan sikap baru. Setelah bertahun � tahun kehilangan harapan dan frustasi, banyak dari kami merasa bahwa kami benar � benar memulai hidup baru untuk pertama kalinya. Kami menikmati saling berbagi hidup baru itu bersama siapapun yang masih menderita alkoholisme, seperti kami dulu, dan yang mencari jalan keluar dari kegelapan menuju cahaya.
Alkoholisme adalah satu dari masalah � masalah kesehatan terbesar di Amerika. Diperkirakan jutaan pria dan wanita terus menderita akibat penyakit yang progresif ini, meski mungkin sebenarnya tidak perlu. Sebagai anggota A.A. kami membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman kami dalam menahan penyakit ini dengan siapapun yang mencari pertolongan. Kami menghargai bahwa tidak ada perkataan kami yang punya arti nyata hingga si alkoholik itu sendiri secara pribadi siap untuk mengakui, seperti yang kami lakukan, �alkohol telah mengalahkan saya, dan saya perlu bantuan.�
Di Mana Menemukan A.A. Bantuan A.A. tersedia tanpa biaya atau kewajiban. Ada kelompok � kelompok kami di banyak kota, desa, dan daerah � daerah pedalaman di seluruh dunia. Cari �A.A.� atau �Alcoholics Anonymous� yang terdaftar di buku telepon komunitas. Informasi tentang pertemuan � pertemuan lokal bisa diperoleh dari dokter dan perawat, dari pendeta, orang media, petugas polisi, dan lembaga alkoholisme yang akrab dengan program kami.
Mereka yang tidak bisa berhubungan dengan kelompok dalam komunitasnya dipersilakan menulis surat ke kantor layanan dunia kami: General Service Office, Box 459, Grand Central Station, New York NY 10163. Mereka akan menghubungkan Anda dengan kelompok yang terdekat dengan Anda.
Jika Anda tinggal di daerah terpencil dan tidak ada kelompok yang dekat, mereka akan memberitahu Anda bagaimana sejumlah anggota yang �sendirian� bisa tetap sadar dengan menggunakan prinsip � prinsip A.A. dan program A.A.
Siapapun yang datang ke A.A. bisa merasa yakin bahwa anonimitasnya akan dilindungi.
Jika Anda merasa bahwa Anda mungkin punya masalah alkoholik dan secara jujur ingin berhenti minum, kami yang jumlahnya lebih dari dua juta bisa memberi kesaksian bahwa A.A. berhasil bagi kami � dan bahwa tidak ada alasan mengapa ini tidak akan berhasil bagi Anda.
DUA BELAS LANGKAH ALCOHOLICS ANONYMOUS
- Kami mengakui kami tidak berkuasa terhadap alkohol � bahwa hidup kami telah menjadi tidak bisa diatur.
- Datang untuk percaya bahwa kekuatan yang lebih besar dari diri kami bisa mengembalikan kesadaran kami.
- Membuat keputusan untuk mengubah tekad dan hidup kami atas bimbingan Tuhan yang kami yakini.
- Membuat pencarian dan inventaris moral tanpa gentar tentang diri sendiri.
- Mengakui pada Tuhan, pada diri sendiri, dan pada orang lain sifat kesalahan kita sebenar � benarnya.
- Sepenuhnya siap membiarkan Tuhan menghilangkan semua cacat karakter ini.
- Dengan rendah hati memohon kepada Tuhan agar menghilangkan kelemahan kita.
- Membuat daftar semua orang yang pernah kita sakiti, dan bersedia untuk berbuat kebaikan pada semuanya.
- Membuat kebaikan langsung pada orang � orang itu pada saat memungkinkan, kecuali hal itu akan melukai mereka atau orang lain.
- Meneruskan membuat inventaris pribadi dan ketika kita salah segeralah mengakuinya.
- Berusaha dengan berdoa dan meditasi untuk meningkatkan kontak kita secara sadar dengan Tuhan sesuai keyakinan kita, berdoa karena kita tahu bahwa kehendak dan kekuatanNyalah yang dapat membantu kita melaluinya.
- Setelah memiliki kesadaran spiritual sebagai hasil dari langkah � langkah ini, kami berusaha membawa pesan ini pada para alkoholik, dan untuk mempraktekan prinsip � prinsip ini dalam semua masalah kami.
DUA BELAS TRADISI ALCOHOLICS ANONYMOUS
- Keselamatan bersama harus didahulukan; kesembuhan pribadi tergantung pada kesatuan A.A.
- Tujuan kelompok kami adalah satu kewenangan yang paling dasar � Tuhan yang Maha Pengasih seperti yang diekspresikan-Nya dalam kesadaran kelompok kami. Para pemimpin kami adalah para pelayan yang dipercaya; mereka tidak memerintah.
- Satu � satunya persyaratan untuk keanggotaan A.A. adalah keinginan untuk berhenti minum minuman keras.
- Setiap kelompok seharusnya bersifat otonomi kecuali dalam masalah � masalah yang mempengaruhi kelompok � kelompok A.A. lain sebagau satu kesatuan.
- Setiap kelompok hanya mempunyai satu tujuan utama � membawa pesan pada alkoholik yang masih menderita.
- Kelompok A.A. tidak boleh mengiklankan, membiayai atau meminjamkan nama A.A. kepada fasilitas yang berhubungan atau perusahaan luar, dikhawatirkan masalah � masalah keuangan, properti dan gengsi akan membelokkan kita dari tujuan utama.
- Setiap kelompok A.A. harus sepenuhnya swadaya, menolak kontribusi dari luar.
- Alcoholics Anonymous selamanya harus tetap menjadi kelompok nonprofessional, tapi pusat � pusat layanan kita boleh memperkerjakan karyawan khusus.
- A.A., sesungguhnya, tidak harus terorganisir; tapi kita bisa menciptakan dewan pelayanan atau komite yang secara langsung bertanggungjawab kepada orang � orang yang mereka layani.
- Alcoholics Anonymous tidak mempunyai opini terhadap masalah � masalah luar; karenanya nama A.A. tidak pernah boleh diseret ke dalam kontroversi publik.
- Kebijakan publik kami lebih didasarkan pada ketertarikan dibandingkan promosi; kita selau mempertahankan anonimitas personal pada tingkat pers, radio dan film.
- Anonimitas adalah landasan spiritual dari semua tradisi kami, selalu mengingatkan kami untuk menempatkan prinsip sebelum kepribadian.
Copyright � by The A.A. Grapevine, Inc.; Dicetak ulang dengan ijin
|